Ini Dia Jenis Tembakau Pipa Cangklong

Gege Dbako - Teman-teman Gegedbako, perlu diketahui bahwa dalam mengeluti pipa tembakau ada banyak sebutan jenis tembakau diantaranya adalah : Burley, Virginia, Latakia, Oriental, Kentucky, Perique, Maryland, Stoved, Matured, Fire Cured, Air Cured, Carolina, Cigar Leaf dan masih banyak lagi yang lainnya. Jika ada kesempatan akan saya bahas satu persatu di tiap satu artikel, sehingga teman-teman ngak pusing ngapalinnya.

Dilansir dan didapatkan sumber dari wikipedia, ternyata ada lebih dari 70 kultivar dalam keluarga Nicotiana tabaccum yang dibudidayakan dan bernilai ekonomis, wow banyak sekali yah teman-teman GegeDbako. Dan banyaknya sebutan pada tembakau tersebut sebenarnya merujuk pada tiga hal sebagai berikut :

  1. Yang pertama adalah pada jenis atau kultivar tanaman itu sendiri secara ilmu tanaman (taksonomi).
  2. Yang kedua adalah pada proses pasca panen atau proses produksi dan hasil ahir tembakau yang siap dikonsumsi. 
  3. Yang ketiga adalah pada aspek khusus lain yang spesifik pada jenis tembakau tertentu, aspek itu bisa berupa daerah, jenis strain khusus, perlakuan pada penanaman atau lainnya.

Teman-Teman GegeDbako, berikut ini adalah beberapa jenis tembakau yang dimanfaatkan dalam hal nyangklong  / madud / pipa tembakau, diantaranya :

A. Tembakau virginia.

Dari sumber yang dilansir menyebutkan bahwa tembakau virginia merupakan keseluruhan jenis tanaman tembakau berdaun terang, dengan bentuk daun yang besar, cendrung lebar dan tipis. Tempo dahulu lebih banyak dibudidayakan di daerah Virginia di Amerika karena di sana itu iklimnya kering dan tandus.

Pada wilayah Virginia yang berlokasi di Amerika ini dihasilkan panen tembakau yang memiliki daun  berparas terang dan berkualitas sangat baik, sehingga membuat wilayah ini menjadi sebuah nama bagi jenis tanaman tembakau tersebut.

Satu catatan penting untuk teman-teman GegeDbako bahwasanya tembakau virginia memiliki kadar dan kandungan gula yang tinggi pada daunnya hal ini hampir semua artikel mengatakan demikian.

Kemudian tembakau virgina ini memiliki karakter rasa yang ringan, terbilang medium, bahkan sekilas kuat dan memiliki kadar nikotin yang tinggi. 

Catatan penting lainnya untuk teman-teman GegeDbako bahwasanya tembakau virginia ini pada saat siap dikonsumsi karakter daun dari tanaman virginia tidak berminyak, hal ini bisa dilihat di beberapa tembakau virginia yang GegeDbako riview di Chanel Youtube GegeDbako.

Dan untuk jenis tembakau virginia yang dipakai pada pipa tembakau sangat cenderung memiliki jenis asap yang agak asam dan terasa tajam pada lidah kita.

Tembakau virginia mempunyai range warna akhir terang lemon hingga sebagian condong coklat atau kecoklatan, bahkan berwarna emas. Beberapa tembakau terlihat merah hingga berwarna lebih gelap, dan semakin gelap warnanya maka profil rasa nya akan semakin kuat.

Perlu diketahui oleh teman-teman GegeDbako bahwasanya untuk jenis tembakau ini dalam dunia tembakau secara umum (bukan hanya pada dunia pipa tembakau) menduduki peringkat tertinggi produksi tembakau dunia, hampir kurang lebih sebesar 40% dari total produksi tembakau semua negara.

Tembakau virginia  ini ternyata banyak digunakan pada sigaret, yang di Indonesia sering teman-teman GegeDbako tahu dengan sebutan “rokok putih”. Sangat umum untuk bahwa sigaret non kretek memiliki komposisi utamanya adalah tembakau virginia.

Kata “virginia” selain digunakan untuk menyebut jenis strain tanaman juga dipakai untuk menyebut produk ahir tembakau itu sendiri.

Nah teman-teman GegeDbako khusus di Indonesia  ternyata sudah ditanamam di beberapa daerah seperi halnya di  Lombok  hingga akhirnya menjelma sebagai produsen tembakau virginia terbesar di Indonesia karena kecocokan lahan.

Karakter dari tanah yang subur dengan pengairan yang baik menjamin tumbuh kembang tembakau virginia dengan baik. Kemudian perubahan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam di wilayah pertanian tembakau di Lombok juga sangat cocok untuk bisa menghasilkan tembakau virginia flue cured kualitas baik. Siang hari mencapai 32 hingga 33 derajat celsius dan malam hari turun hingga 19 dan 20 derajat celsius menyebabkan tanaman tembakau bisa melakukan proses fotosintesis dengan maksimal pada siang hari dan melakukan pengendapan hasil fotosintesis juga dengan maksimal pada malam hari.

Dan yang menjadikan Lombok begitu cocok ditanami tembakau jenis virginia, di wilayah itu ada batasan yang tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

Dan yang paling berpengaruh adalah  air di Lombok banyak mengandung Magnesium (Mg). Magnesium sangat baik bagi pertumbuhan tanaman tembakau jenis virginia.

B. Tembakau Burley

Nah untuk tembakau jenis burley ini dilansir dari wikepedia di link berikut (Burley) didapakan bahwa asal usul tembakau burley putih dikreditkan ke George Webb dan Joseph Fore pada tahun 1864, yang tumbuh di pertanian Kapten Frederick Kautz dekat Higginsport, Ohio , dari biji dari Bracken County, Kentucky .

Dengan memperhatikan tembakau yang menghasilkan jenis daun yang memiliki cahaya yang berbeda yang diarsir dari putih menjadi kuning, dan sebuah cara yang berbeda. Di tahun 1866, ia memanen 20.000 pound tembakau burley dan menjualnya pada 1867 di St. Louis Fair seharga $ 58 per seratus pound.

Pada 1883, pasar utama tembakau ini adalah Cincinnati, tetapi ditanam di seluruh Kentucky tengah dan Tennessee Tengah.

Pada tahun 1880 Kentucky menghasilkan 36 persen dari total produksi tembakau nasional, dan pertama di negara itu, dengan tembakau hampir dua kali lipat yang diproduksi oleh Virginia, kemudian negara bagian kedua.  Dan ternyata akhirnya jenis ini disebut sebagai tembakau burley, yang disembuhkan dengan udara.

Di negara Amerika Serikat sendiri, tanaman tembakau burley dimulai dari biji pellet yang ditempatkan di sebuah nampan polystyrene yang mengambang di atas air yang dibuahi sekitar bulan Maret atau April. Proses transplantasi dimulai pada Mei dan berlanjut hingga Juni dengan persentase kecil yang ditetapkan pada Juli.

Disinilah ada letak keprihatinanya teman-teman GegeDbako...., bahwasanya banyak petani tembakau  hingga saat ini pun harus berusaha melawan penyakit besar seperti batang hitam dan jamur biru dan serangga seperti kutu daun , cacing gelang tembakau dan cacing tanah .

Tanaman tembakau ditutup dengan hanya mengeluarkan kepala bunga yang sedang berkembang pada sekitar 60 hari dari masa tanam, kemudian dirawat untuk mencegah pertumbuhan tunas samping yang disebut pengisap .

Topping sangat memungkinkan energi yang akan menghasilkan bunga untuk meningkatkan ekspansi daun. Di sini didapatkan beberapa manfaat dalam topping yang dilakukan pada tahap mekar yang tepat.

Pengisap tumbuh dengan kuat segera setelah topping dan dapat sangat mengurangi hasil dan kualitas jika tidak dikontrol secara efektif. Beberapa varietas, seperti KY 14xL8 dan Narrowleaf Madole, diketahui memiliki pertumbuhan pengisap yang lebih cepat daripada varietas lain dan mungkin memerlukan strategi kontrol pengisap yang lebih agresif. Tiga jenis bahan kimia tersedia untuk mengendalikan pertumbuhan pengisap tembakau.

Sekitar empat minggu setelah topping, tembakau dipotong tangkai, menggunakan pisau yang berbentuk seperti tomahawk . Setiap tanaman ditombak, dibubuhi, atau dipetik (terminologi tergantung pada lokasi geografis) pada tongkat yang dilapisi dengan tombak logam, spike atau spud yang pas di atas tongkat. Setiap batang akan berisi lima atau enam tangkai.

Untuk batang tembakau yang memiliki potongan hijau sangat paling sering dibiarkan layu selama tiga atau empat hari sebelum digantung di lumbung. Tembakau kemudian sengaja dibiarkan selama delapan minggu atau lebih, berubah dari hijau pucat menjadi kuning dan kemudian menjadi coklat.

Burley yang berproses terlalu cepat akan mempertahankan beberapa pigmen kuning, serta bahan kimia yang biasanya rusak dengan obat yang lebih lambat.

Konon kualitas yang dicapai oleh produsen burley di Amreika Serikat terutama karena kondisi penyembuhan alami. Setelah burley yang sepenuhnya disembuhkan diturunkan, batang dilepas dan daun dilucuti dari tanaman menjadi beberapa tingkatan dengan posisi tangkai. Daun dikeraskan berdasarkan kadar dan dibawa ke stasiun penerima yang dijalankan oleh pabrik tembakau atau pedagang daun.

Ciri-ciri tanaman tembakau burley merupakan tanaman tembakau dengan daun tebal, berwarna hijau gelap, hingga semu hijau abu-abu. Saat ini ada sebutan “white burley” bagi tanaman burley hibrida dengan rona daun yang lebih terang namun bukan dari strain virginia.

Tembakau Burley merupakan keluarga tanaman yang memiliki strain yang sangat beragam, burley juga memiliki tradisi pengolahan yang jauh lebih beragam lagi hingga mendekati tradisi nyigar atau cerutu dan sigaret, hingga tembakau kunyah dan tembakau hisap atau snuff.

Daun tanaman tembakau burley pada umumnya dikeringkan perlahan dengan aliran udara pada suhu ruangan, dan produk ahirnya kemudian disebut burley. Kemudian pada bagian akhir pengeringan, daun tembakau dari strain burley akan berminyak, berwarna coklat hingga coklat tua, hingga hitam pekat tergantung dari bagamana jenis tanaman dan tipikal proses pengeringannya.

Burley umumnya mempunyai karakter dasar rasa (taste) yang “gurih” (nutty), asapnya lebih bersifat basa namun tidak keras dan ramah pada indra pengecap kita. Burley kuat pada taste atau rasa namun cenderung mudah diramu dengan bergagai jenis tembakau lain terutama pada jenis blend tembakau aromatik. Selain itu burley juga dapat berdiri sendiri sebagai sebuah blend, atau ramuan berbagai macam jenis burley, atau untuk mengimbangi (melembutkan) virginia yang terlalu tajam dalam sebuah blend.

Dari situs pmi.com dikatakan sama persih seperti apa yang tertera di atas bahwa tembakau burley  memiliki corak warna coklat muda sampai gelap. Dalam proses Air-cured di lumbung hingga selama dua bulan, tembakau burley akan kehilangan sebagian besar gula alami dan mengembangkan rasa yang kuat, hampir seperti cerutu. dan menurut situ pmi.com tersebit tembakau ini tumbuh terutama tumbuh di Argentina, Brasil, Italia, Malawi, dan Amerika Serikat.

Didapatkan komponen yang sangat khas dari banyak campuran tembakau pipa. Berbeda dengan Virginias, yang ini mengandung hampir tidak ada gula alami, dan karena itu Anda mendapatkan banyak asap dan rasa pengering, dan tidak seperti Virginias, Burley tidak mudah terbakar terlalu panas. Ini digunakan dalam banyak campuran pipa Aromatik karena mudah menyerap perasa tambahan.

Warna bisa coklat terang sampai gelap, dan rasanya sering digambarkan seperti kacang atau sedikit cokelat.

Dari beberapa tembakau yang pernah GegeDbako riview untuk jenis ini memang seperti apa yang dikatakan beberapa sumber, warannya gelap dan rasanya itu aduhai nan mempesona.

Beberapa jenis tembakau ada yang masih masuk dalam keluarga burley namun sudah tidak lagi mendapat sebutan burley. Beberapa tembakau ini hanya bisa dinikmati dalam dunia tembakau pipa yaitu :

1. Cavendish,
Tembakau Cavendish ini berasal dari tanaman tembakau strain burley yang memiliki kemampuan penyerapan flavoring (perisa) dan membuatnya terasa pada saat kita melakukan pembakaran tembakau pipa dengan sangat baik sehingga ada tercium aroma wangi yang begitu solid. Cavendish adalah jenis burley yang disproses ahir dengan treatment gula dan perisa untuk disiapkan menjadi carier atau pembawa perisa dalam sebuah ramuan aromatik (blend) tembakau pipa.

Ini biasanya terbuat dari Virginia atau Burley yang disembuhkan, dipanaskan, dan ditekan dengan cara khusus, suatu proses yang menghasilkan tembakau yang cukup ringan dan lembut. Rasa alami hampir hilang, dan biasanya agak manis, dan di Cavendish modern hampir selalu ditambahkan semacam 'selubung', rasa, dan karena itu sering menjadi komponen campuran Aromatik.

Warnanya hitam atau cokelat sangat gelap, dan rasanya bisa apa saja mulai dari vanila, stroberi, dan ceri, hingga rum, wiski, dan akar manis - sangat sering sesuatu yang akan membuat Anda sangat populer di kalangan orang-orang di sekitar Anda.

Dari bebagai sumber menyebutkan bahwa terkadang tembakau Cavendish terasa manis tetapi tidak beraroma sehingga dapat digunakan sebagai elemen lunak dalam campuran yang berat atau di mix  dengan tembakau Virginia dan Perique.

2. Cigar leaf,
Dari beberapa sumber yang dilansir oleh GegeDbako, bahwasanya  sebagian besar daun cerutu atau cigar leaf, masuk dalam kategori tembakau burley.

Bahkan daun untuk cigar atau cerutu ini juga sebenarnya dari tanaman tembakau strain burley yang dikembangkan khusus untuk cerutu dalam penanamannya. Daun yang digunakan untuk cerutu ini dikeringkan dengan udara pada suhu ruangan terkendali dan dengan menggunakan ventilasi khusus.

Produk akhir daun utuh tembakau ini memiliki karakter yang berminyak, kemudian ada rasa yang gurih dengan rasa yang didapatkan dari light hingga full body dan strength (kekuatan dari mild hingga strong).

Cigar leaf diletakan dibawah untuk menjaga keutuhan daunnya dalam lembaran yang tanpa cacat.

3. Perique.
Nah untuk tembakau yang satu ini dimana merupakan tembakau yang berasal dari tanaman strain burley yang ternyata penaganannya direfermentasi berulang dengan waktu yang lumayan cukup lama.

Untuk Perique sendiri merupakan tembakau burley yang dipres dengan tekanan tinggi kemudian sari dari tembakaunya itu dipakai untuk memfermentasi tembakau itu sendiri, luar biasa kang teman-teman Gegedbako proses dari tembakau-temakau ini.

Dan ternyata perique hanya digunakan sebagai bumbu pada tembakau pipa karena karakter rasanya  itu terbilang kuat, pedas dan fragnant, perique serta bersifat mendominasi.

4. Kentucky
Sebagian besar jenis tembakau ini berasal dari strain burley, bisa berupa dark Fired atau Dark Air Cured.

Temabau burley itu sangatlah beragam mulai dari strain,  proses penanaman hingga termasuk pasca panen.

Dan di Indonesia sendiri, tembakau rajangan produksi petani itu sebagian besar sebenarnya termasuk golongan tembakau burley dan keluarga tembakau rustica, dimana salah satu jenis tembakau yang berasal dari strain liar dan dikeringkan dengan panas matahari.

Rokok kretek filter hingga tingwe atau lintingan, sampai dengan tembakau klembak menyan hingga tembakau dasar bahan baku tembakau soppeng dari sulawesi yang kemudian diproses menjadi mirip  dengan cavendsih.

Bahkan ternyata tembakau srinthil hingga garangan temanggung-wonosobo, juga dari tembakau susur (kinang) hingga kretek non filter. (mohon di kroscek jika salah teman-teman).

Untuk tanaman tembakau di Indonesia biasanya dipanen kemudian dirajang namun dikeringkan dengan panas matahari hingga memiliki profil yang jauh berbeda dengan burley yang diproses khusus untuk tembakau pipa. petani lokal indonesia.

Yup teman-teman GegeDbako, masih dalam wilayah burley, ada beberapa strain “burley eropa” yang hanya dibudidayakan di wilayah belgia yang memiliki iklim dingin sehingga dapat menghasilkan jenis yang sama sekali berbeda dengan asal muasalnya saat dibawa dari amerika setelah berpuluh tahun lamanya.

Jenis burley itu adalah Semois, dan dari sumber litelatur yang di dapakan bahwa beberapa petani masih membudidayakan tanaman tembakau tersebut di sekitar lembah Ardennes dan Vincent Manil adalah salah satunya. Mereka berusaha menjaga agar Semois strain tersebut tetap murni tidak tercampur gen dari strain lain karena tembakau ini memiliki rasa yang mirip tembakau cerutu dengan wangi yang mendekati bunga-bungaan, unik.

Teman-teman Gegedbako, bahwasanya tembakau burley sebagai tembakau introduksi banyak sekali digunakan untuk campuran rokok putih, terutama rokok racikan Amerika atau yang sering dikena dengan sebutan American Blend, dengan takaran proporsi + 20 %.

Rokok putih lain yang menggunakan tembakau burley adalah racikan dari Inggris, tetapi untuk komposisi tembakau burleynya jauh lebih sedikit dibanding racikan dari Amerika. Dan beberapa merk rokok kretek juga menggunakan tembakau burley, walaupun komposisinya lebih sedikit dari rokok putih.

Perlu teman-teman Gegedbako ketahui bahwa tembakau burley mulai ditanam di Indonesia sejak tahun 1957, dan banyak berkembang di daerah Lumajang, Klaten, Banyuwangi dan Jember.

Dari sumber tulisan balitbang pertanian dikemukakan bahwa tahun 2003 telah dilepas tiga varietas tembakau Burley, yaitu TN 90, HB 14P dan NC 3 di Indonesia.

Dan sampai saat ini varietas yang banyak digunakan adalah varietas galur murni TN 90 karena vaiatas ini lebih disukai oleh konsumen (Perusahaan rokok).

Dan sebuah catatan petning teman-teman GegeDbako bahwa sangat bisa terjadi varietas unggul dari manca negara yang kemudian ditanam di Indonesia akhirnya tidak menunjukkan sifat-sifat unggul seperti di daerah asalnya itu. Hal seperti ini dapat terjadi apabila ekologi negara asal sangat berbeda dengan ekologi di Indonesia.

Oleh karena itu teman-teman Gegedbako, varietas yang diintroduksi tersebut harus di uji terlebih dahulu sebelum di kembangkan di Indonesia.

Di tahun 2015 Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) bekerjasama dengan PT. Aliance One Indonesia melakukan penelitian uji adaptasi di dua lokasi dan tahun 2016 di lima lokasi, terhadap empat varietas hibrida introduksi, yaitu AOB 359, AOB 656, DBH 455 milik PT. Aliance One Brazil dan varietas NC7LC milik PT. GoldLeaf Amerika. Sebagai pembanding adalah varietas TN 90.

Beberapa penelitian kemudian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 5 kali.

Jenis parameter yang diamati meliputi diantaranya adalah: hasil krosok, indeks mutu, indeks tanaman, dan kadar nikotin. Juga dilakukan evaluasi ketahanan varietas terhadap penyakit utama (cendawan Phytophthora nicotianae dan bakteri Ralstonia solanacearum) di Laboratorium.

Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan dan kesesuaian varietas dalam rangka pelepasan untuk memenuhi Peraturan Pemerintah nomor 44/95 yang menyatakan bahwa benih varietas unggul hanya dapat diedarkan setelah dilepas oleh Menteri.

Nah teman-teman GegeDbako, dari uji adaptasi dan evaluasi ketahanan terhadap penyakit utama, dari ke empat varietas hibrida tersebut diusulkan 2 varietas untuk dilepas, yaitu:

(1) Varietas NC7LC dengan keunggulan menghasilkan krosok dan indek tanaman tertinggi kedua. Potensi produktivitas dapat mencapai 1.318,41 kg krosok per hektar dan rata-rata indek tanaman 72,86. Masing-masing meningkat 18,18 % dan 26,52% dibanding Varietas TN 90. Varietas ini dapat beradaptasi luas (Stabil) dan tahan terhadap penyakit cendawan Phytopthora nicotianae.

(2) Varietas AOB 359 dengan keunggulan menghasilkan krosok dan indek tanaman tertinggi pertama. Potensi produktivitas dapat mencapai 1.369,57 kg krosok per hektar dan rata-rata indek tanaman 74,74. Masing-masing meningkat 22,76 % dan 29,78 % dibanding Varietas TN 90. Varietas ini dapat beradaptasi luas (Stabil) dan moderat tahan terhadap penyakit cendawan Phytopthora nicotianae. Hasil sidang pelepasan varietas menetapkan usulan pelepasan Varietas NC7LC dan AOB 359 disetujui untuk dilepas dengan melengkapi kekurangan administrasi yang harus dipenuhi

C. Tembakau Oriental

Perlu teman-teman GegeDbako ketahui bahwa di dapatkan info untuk jenis tembakau oriantel ini yang sering banyak orang menyebutnya sebagai tembakau turkish. Dari beberapa narasi yang saya dapatkan bahwasanya tembakau oriental  itu memiliki ciri khas dan ciri dasar berdaun kecil, kemudian secara seksama tanaman ini juga berukuran kecil dan sangat suka tumbuh didaerah yang kering serta bertanah kapur.

Untuk tembakau jenis yang satu ini, teman-teman GegeDbako ternyata banyak sekali ditanam di berbagai wilayah timur jauh, Turki, Siria, Cyprus, hingga beberapa wilayah eropa yang memiliki iklim kering seperti Macadonia, Yunani dan beberapa wilayah lain di eropa timur seperti Bulgaria, Romania, serta Yugoslavia.

Dan untuk jenis ini memiliki strain dan jenis pengolahan pasca panen yang paling sedikit. Didalam wilayah pipa tembakau, tembakau oriental ini karena kelangkaannya justru menjadikannya eksotis dan sulit tergantikan.

Yang perlu diketahui oleh teman-teman GegeDbako dari beberapa sumber dikatakan bahwa ternyata daun tembakau oriental kebanyakan dikeringkan dengan dijemur langsung dibawah sinar matahari.

Nah teman-teman GegeDbako dijumpai karakter utama dari daun tembakau jenis oriental ini adalah aroma pembakarannya itu wangi, condong fragnant, kemudian kandungan nikotinnya sedikit. Dan kandungan gula dalam daun tembakau yang kering itu cukup tinggi, hampir mendekati virginia dengan keasaman asap yang hampir sama.

Dari info dan sumber yang di dapat, ternyata ada beberapa jenis tanaman strain turunan oriental dan diantaranya adalah Yenidje, Basma, Dubeck, Bashi Bagli, Smyrna, Xanthia, Izmir, Samsun, Cavella, kemudian Bursa dan beberapa strain yang kurang begitu populer. Jenis yenidje merupakan yang paling populer dan diduga telah punah. 

Selain kegunaan utama tembakau ini dalam ramuan tembakau pipa, daun tembakau oriental ini banyak digunakan untuk memperbaiki dan merekayasa aroma pada sigaret yang memiliki basis tembakau jenis virginia.

Nah yang unik dan temen-temen GegeDbako mesti pahami adalah tembakau oriental base blend untuk tembakau pipa biasanya itu di racik  dengan temvbakau virginia sebagai sebuah tambahan untuk menyeimbangkan aroma dan rasa (taste) dan strength (kekuatan).

Dalam dunia percangklongan / padud / pipa tembakau, bahwasanya tembakau oriental selain memiliki strain Yenidje yang mashyur juga dikenal dapat menghasilkan sebuah proses yang menghasilkan tembakau latakia.

Tembakau latakia merupakan sebuah jenis tembakau oriental yang didapatkan dari hasil proses yang  menggunakan asap dari kayu oak dan pinus, yang juga diberikan rempah seperti juniper, hal ini tergantung dimana tembakau ini diproduksi asal wilayahnya.

Dari berbagai sumber luar dan dalam negeri didapatkan dan GegeDbako baca, bahwasanya asal muasal tembakau latakia ini adalah dari Siria, dan sering di kenal dengan sebutan shekh al bint, yang kemudian dikenal oleh orang-orang di Eropa dengan sebutan Tembakau Latakia, yang merupakan nama daerah tembakau itu sendiri pada mulanya.

Konon Syrian latakia hampir punah dikarenakan keadaan sosial politik negara itu, dan produsen pengganti latakia pada saat ini adalah Cyprus yang mampu memasok latakia dengan karakter yang sedikit banyak jauh berbeda dengan syrian latakia. Amazing.

Tembakau yang Tumbuh di Turki, Balkan, dan Rusia.

Nah, yang paling banyak digandrungi di daerah ini adalah adalah Ismir, Samsun, Yenidji, Cavella, dan Bursa. Umumnya karakteristiknya adalah beraroma kering, agak berdebu dan kadang-kadang terasa sedikit asam.

Tembakau-tembakau ini biasanya digunakan dalam campuran yang lebih berat atau bersama-sama dengan Virginias, bahkan ditambahkan sedikit rempah dan beberapa catatan rasa yang menarik.
Ternyata jika dilihat secara teknis, bahasa Latakia juga merupakan jenis bahasa Oriental.

Latakia
Untuk Jenis tembakau yang satu ini teman-teman GegeDbako pasti banyak sekali menjumpai di market Indonesia, apalagi di facebook, Insatgram bahkan marketplace. Nah Tembakau ini ternyata merupakan hasil dari proses khusus yang menggunakan panas api untuk memanaskan daun dengan api yang di atur sedemikian rupa dengan menggunakan jenis kayu aromatik dan tumbuhan wangi, dan itu terutama ditanam dan diproses di Siprus dan Suriah utara.

Dengan proses mengasapkan dan mengeringkan,  tembakau seperti ini dapat memberikan sensasi yang aduhai bikin syahdu dan unik. Ketika orang-orang mencium tembakau ini  dalam kaleng, mereka dengan cepat membayangkan api unggun, kulit, dan suasana seperti dikeramian pada hari-hari musim panas.

Hal di atas merupakan komponen dalam banyak campuran dan menambahkan rasa pedas dan eksotis tertentu. Caranya dapat dengan melakukan variasi sedikit - dari hanya beberapa cubitan hingga sekitar 40-50%, atau bahkan lebih.

Perlu diketahui oleh teman-teman GegeDbako bahwa tembakau ini adalah tembakau yang kuat, tetapi rasanya sangat kaya dan cenderung asap kering dan dingin terutama jika di nikmati dalam pipa cangklong atau padud teman-teman GegeDbako.

Dengan demikian, jika dilihat dari masa pasca panen nya ada 4 besar golongan proses pengeringan daun tembakau yang kemudian akan menjadikannya berbeda pada hasil ahirnya.

Pengeringan pada tanaman tembakau memegang peran penting dalam menghasilkan sebuah produk yang baik, dalam pengeringan ini ada empat cara yang umum digunakan pada ketiga strain tembakau diatas, diantaranya adalah :

1. Melakukan Teknik Pengeringan Dengan Sinar Matahari.

Dalam tahap ini proses pengeringan dilakukan dengan menjemur daun dibawah matahari, dan hal ini teman-teman GegeDbako bisa dilihat diberbagai teman-tmean petani kita banyak melakukan  cara ini yang merupakan cara yang paling lazim, dan hampir semua produk daun tembakau yang dihasilkan petani Indonesia dilakukan dengan cara ini. 

2. Proses Pengeringan Dengan Teknik Udara Panas, atau Flue cured.

Teknik Flue cured ini sangat erat kaitannya dengan tembakau virginia, sebagian besar tembakau virginia itu dikeringkan dengan cara ini teman-teman, hal ini untuk memunculkan karakter virginia yang solid.

Pengeringan pun dilakukan dalam sebuah ruangan besar layaknya seperti gudang penyimpanan dengan suhu yang dapat diatur untuk mendapatkan karakter daun yang dibuat agar bisa menyisakan residu gula yang banyak dan nikotin yang tinggi sekaligus menghasilkan karakter virginia berwarna yang tampak prima.

3. Proses Pengeringan dengan Teknik Suhu Udara Ruang.

Dari beberapa sumber sepakat bahwa tembakau jenis burley sebagian besar dikeringkan dengan cara  dan metode ini. Pada jenis tembakau burley pengeringan terbagi menjadi lebih spesifik pada jenis strain tertentu tembakau burley yang ditanam, mulai  bagaimana cara menanamnya,  hingga produk ahir yang ingin dihasilkan.

Namun ternyata teman-teman GegeDbako bahwa pada sebagian besar burley, daun yang dipanen  itu akan digantung begitu saja pada sebuah ruang besar gudang yang dapat diatur sirkulasi udaranya.

Sebagian tembakau cerutu lebih sesuai disebut dengan tembakau burley karena karakter prosesnya yang dikeringkan dengan cara ini dan juga berasal dar keluarga strain burley.

Dark Air Cured Kentucky juga diproduksi dengan pengeringan udara, bisa berasal dari strain burley atau virginia. Dark air cured burley akan menghasilkan tembakau dengan daun gelap, tebal, dan bernikotin tinggi karena proses penanamnya dan karena proses peneringannya. Sedangkan jika berasal dari virginia akan terlihat sedikit berbeda.

4. Proses Pengeringan dengan Teknik Panas api secara Langsung dan Pengasapan.

Teknik pengeringan tembakau dibawah api secara langsung ternyata banyak dipraktekkan pada wilayah kentucky.

Proses ini mampu menghasilkan tembakau yang terlihat gelap, memiliki karakter rasanya kuat, full body dan berkadar nikotin yang tinggi.

Karakter dark fired akan banyak ditentukan dari jenis kayu yang digunakan untuk api pengeringan. Treatment ini juga dapat dilakukan pada burley atau virginia.

Untuk cara yang satu ini juga hampir mirip dengan pengasapan, karena jumlah panas atau asap yang akan mempengaruhi karakter tembakau diatur.

Pada jenis tembakau oriental yang dikeringkan dengan cara seperti ini mampu menghasilkan jenis tembakau latakia yang berwarna hitam legam.

Yang khas dari teknik atau prosesing untuk latakia adalah jenis kayu dan proporsi asap yang diutamakan untuk menghasilkan tembakau latakia yang memiliki karakter eksotik yang mampu dibandingan dengan kemasyhuran tembakau perique.

Kemudian teman-teman GegeDbako, dari sumber yang dilansir ada beberapa sebutan lain yang khusus dalam dunia pipa tembakau yang bisa jadi bukan strain tanaman, bisa jadi adalah sebuah proses, atau sebutan tentang wilayah:

1. Maryland dan carolina 
Sebutan untuk asal tempat tembakau. Merupakan tembakau sangat ringan yang, netral, hampir tanpa aroma dan rasa, dengan nikotin sangat rendah. Biasanya dipakai untuk memperbaiki pembakaran, memperbanyak masa ramuan atau memperbaiki dan menyeimbangkan komposisi ramuan tembakau pipa.

2. Kentucky
Secara umum adalah wilayah. Wilayah yang menghasilkan jenis tembakau yang gelap, bernikotin tinggi, baik dari virginia atau burley, baik itu dengan pengeringan api atau udara. Kentucky lebih berkaitan dengan proses penanaman tembakau menurut saya. Di kentucky petani memotong tanaman tembakau pada sebagian besar puncaknya, hanya menyisakan 10-14 daun dibagian bawah. Tanaman kemudian dipupuk dengan sangat banyak hingga menghasilkan tanaman yang gemuk berdaun tebal hingga menghasilkan nikotin tinggi pada produk ahir. Produk ahir akan mendapat sebutan Dark Fired Kentucky atau Dark Air-Cured Kentucky.

Untuk Kentucky rasanya tidak terlalu berat atau berasap, tetapi sebenarnya cukup aromatik dan menyenangkan. Tidak sekuat Perique, tetapi itu di atas sana dan karena itu sebagian besar digunakan dalam jumlah yang lebih kecil dalam campuran, di mana ia menambahkan sedikit semangat lezat.

3. Latakia 
Jeni ini merupakan produk dari sebuah proses. Tembakau yang dikeringkan dengan api lainnya adalah Latakia dan diproduksi dari varietas oriental dari N. tabacum . Daunnya dikeringkan dan diasapi di atas api kayu keras lokal dan semak wangi di Siprus dan Suriah . Latakia memiliki rasa yang nyata dan aroma berasap yang sangat khas, dan digunakan dalam campuran tembakau pipa Balkan dan gaya Inggris.Latakia adalah tembakau oriental dari Siria atau Ciprus yang dikeringkan langsung dengan asap, atau dikeringkan dengan matahari dan diproses ulang dengan pengasapan. Menghasilkan karakter ahir yang jauh sama sekali berbeda dengan produk oriental sebagai basisnya. 

4. Perique 
Ialah produk tembakau dari sebuah proses yang diadopsi dari tradisi Choctaw dan Chickasaw indian amerika utara untuk menyimpan tembakau dalam jangka waktu yang lama. St. James Parish di Louisiana adalah wilayah paling terkenal penghasil perique bermutu tinggi.

5. Stoved, 
Merupakan sebuah proses memanaskan daun tembakau di dalam oven atau kompor, baik dalam bentuk daun setengah kering atau sudah kering. Dalam sebutan yang lain stoved bisa berupa proses dalam komponen sebuah blend atau proses finishing blend untuk beberapa waktu hingga perubahan karakter yang diinginkan bagi tembakau itu tercapai.

6. Matured atau Aged, 
Istilah ini sebenarnya bisa dilekatkan pada tembakau jenis tembakau apapun. Tembakau matang atau tua, adalah setelah proses pasca panen selesai, kemudian tembakau disimpan dalam jangka waktu lama dengan kondisi baik dan mengalami penuaan dan peningkatan kualitas.

Matured ini bisa dilekatkan juga pada komponen sebuah blend yang terdiri dari beberapa jenis tembakau, atau pada sebuah tipe tembakau dalam jumlah banyak yang sengaja disimpan lama hingga karakternya berubah secara perlahan sesuai keinginan.

Nah teman-teman GegeDBako, begitu beragam sebutan pada jenis tembakau dalam dunia pipa tembakau dan jika kita masuk dalam tradisi dunia cerutu maka sebutan virginia, burley, oriental, apalagi perique dan latakia tidak akan pernah muncul.

Meskipun bisa jadi daun yang digunakan dalam sebuah cerutu berasal dari strain tanaman virginia, atau burley atau bahkan hibrida antara keduanya dan melewati sebuah proses tertentu sehingga sesuai dengan tipikal kebutuhan bahan dasar cerutu.

Teman - teman GegeDbako akan menemukan sebutan adanya sebutan Binder (pengikat), Wrapper (pembungkus), Filler (pengisi) dan sebutan nama wilayah asal daun tembakau tersebut seperti ecuadorian, brazilian, connecticut, Puertorican, dan lainnya. Anda juga akan menemukan sebutan untuk warna (wrapper) cigar, bentuk, ukuran dan sebagainya. Atau istilah fresh roll, reserved untuk pertanda waktu sebuah produk cerutu.

Sekarang setelah ada video riview tembakau Prancak-95 dan Cangkring-95 di chanel youtube GegeDbako dimana Prancak-95 dan Cangkring-95 merupakan dua varietas yang mula-mula dikembangkan oleh BALITTAS dari berbagai varietas lokal yang ada. Dua tembakau ini resmi dikeluarkan berdasar keputusan dari SK Mentan No.731/Kpts/TP.240/7/97 dan SK Mentan No.732/Kpts/TP.240/7/97.

Sedangkan untuk varietas Prancak N-1, merupakan kembangan dari Prancak-95 yang disilangkan dengan tembakau oriental agar menghasilkan aroma yang kian khas dan bisa memenuhi kebutuhan produksi rokok kretek berkadar nikotin rendah. Prancak N-1 resmi dikeluarkan lewat keputusan SK Mentan No.320/Kpts/SR.120/5/2004.

Untuk Prancak yang pernah Gegedbako dapatkan dari Kang Eko Basuki dari madura, memang tembakau ini memiliki karakteristik yang luar biasa diferent atau berbeda dari tembakau lainnya yang banyak di pasaran Indonesia. Untuk lebih jelasnya teman-teman bisa tonton riviewnya di chanel youtube GegeDbako.


Dan saat tahun 2018-2019 semenjak chanel youtube GegeDbako muncul dan mulai menjadi referensi beberapa teman-teman GegeBbako, ternyata dari hasil ekperimen riview GegeDbako meriview tembakau lintingan di nikmati degan teknik cangklong, kini ditahun 2019 hingga 2020, mulai muncul racikan-racikan tembakau pipa yang berasal dari campuran tembakau yang biasa digunakan untuk lintingan di olah sedemikian rupa menjadi tembakau pipa, ada yang meremixnya dengan potongan shag plus potongan pita, ada yang murni potongan pita dan potongan jenis tembakau pipa lainnya.

Dan sekarang saat tulisan ini di upgrade, banyak tembakau cangklong yang enak yang bisa dibuat dari tembakau lokal Indonesia yang mungkin teman-teman Gegedbako sering menyebutnya tembakau mole, tembakau darmwangi, kasturi dan sebagainya. Semua tembakau itu saat ini dbuat sedemikian rupa menjadi tembakau cangklong yang memiliki karakter rasa yang gurih mempesona.

Hal di atas pun dapat di tonton dari riview-riview chanel Gegedbako di youtube dan Facebook,

Demikian artikel singkat yang merupak coretan ini dibuat dengan sumber referesni dari berbagai sumber, silahkan di share. copy paste untuk kemajuan dunia pemipaan atau percangklongan / paduders di Indonesia bahkan mancanegara, dan mohon untuk melengkapi dan meralat jika ada kekurangan dan kesalahan.

Berikut beberapa sumber lansiran tulisan ini :

  •  JM Stoddart, Encyclop√¶dia Britannica. Suplemen Amerika (Stoddart's Encyclopaedia Americana: Kamus Seni, Ilmu Pengetahuan, dan Sastra Umum, dan Sahabat untuk Encyclop√¶dia Britannica. (Edisi ke-9) dan untuk Semua Ensiklopedia Lainnya, Volume 1), 1883, hal. 120–123. Diakses 5 Februari 2011.
  • "Panduan Produksi Burley and Dark Tobacco" (PDF) . Universitas Kentucky . Diakses 17 Januari 2016 .
  • "RUU Kanada akan Larangan  impor burley" . 25 Juni 2009.
  • https://pipedia.org/wiki/Pipe_Tobaccos
  • http://www.pipesandcigars.com/faq/article/137/russ-ouellettes-tobacco-university
  • https://thepipesmoker.wordpress.com/tobaccos/
  • https://www.pmi.com/who-we-are/tobacco-facts/tobacco-farming-and-curing
  • http://www.tobacco.yaia.com/types.html
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Tobacco
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Types_of_tobacco
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Burley_(tobacco)
  • https://decadentside.blogspot.com/2016/07/jenis-jenis-tembakau-dalam-dunia-pipa.html
  • http://balittas.litbang.pertanian.go.id/

Posting Komentar

0 Komentar